Pernahkah kamu diam-diam berpikir, “Kenapa dia yang sukses? Padahal kemampuannya biasa saja. Saya jauh lebih kompeten.”
Kalau pernah — dan hampir semua orang pernah — itu bukan tanda kelemahan karakter. Itu tanda bahwa kita semua tumbuh dengan sebuah narasi yang belum selesai: bahwa keberuntungan itu acak, tidak adil, dan tidak bisa dikontrol.
Tapi pertanyaan yang lebih mengganggu justru ini: Bagaimana kalau kamu sendiri yang selama ini tanpa sadar menolak keberuntungan itu?
Bukan karena tidak pantas. Bukan karena tidak cukup pintar. Tapi karena ada program lama di kepala kamu yang bilang: “Aku tidak layak mendapatkan hal yang terlalu baik.”
Pertanyaan ini tidak nyaman. Tapi inilah titik awal dari buku yang mengubah cara saya memandang karier, bisnis, dan kehidupan secara keseluruhan — Conscious Luck: Eight Secrets to Intentionally Change Your Fortune karya Gay Hendricks.