Tag: Expert Secrets

  • Orang Nggak Follow Produkmu. Mereka Follow Cerita yang Belum Pernah Kamu Berani Ceritakan.

    Setiap kali saya membantu seseorang membangun personal brand-nya — mau dia motivator, pengusaha, atau pejabat publik — selalu ada satu momen di mana mereka berhenti sejenak, lalu berkata hal yang kurang lebih sama, “Saya cuma mau orang percaya, bukan sekadar beli.”

    Saya dengar kalimat itu puluhan kali. Tapi jujur, saya baru benar-benar paham maksudnya setelah membaca sebuah buku yang ditulis oleh seorang pendiri perusahaan software marketing funnel asal Amerika bernama Russell Brunson. Judul bukunya Expert Secrets. Buku itu membuat saya menatap layar laptop cukup lama, karena jawabannya sesederhana itu, tapi selama ini saya nggak pernah bisa merumuskannya dengan jelas.

    Brunson punya satu analogi yang, menurut saya, menjelaskan hampir semua masalah personal branding di dunia ini.

    Bayangkan ada dua jenis “bisnis”. Yang pertama seperti toko kelontong — orang datang, beli apa yang mereka butuhkan, lalu pergi. Nggak ada ikatan emosional. Kalau besok ada toko lain yang jual barang sama dengan harga lebih murah, pelanggan pindah tanpa pikir panjang.

    Yang kedua seperti konser musik yang penontonnya menangis haru saat band favoritnya naik panggung. Mereka nggak cuma datang untuk mendengarkan lagu. Mereka datang karena merasa jadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri — sebuah komunitas, sebuah identitas, sebuah cerita yang mereka ikut jadi tokohnya.

    Brunson bilang, orang-orang yang berhasil membangun personal brand yang kuat, pada dasarnya sedang membangun konser, bukan toko kelontong.

    Di situlah letak persoalan yang dialami hampir semua klien saya selama ini. Mereka sibuk membangun toko yang rapi, padahal yang sebenarnya mereka butuhkan adalah konser yang bikin orang rela berdiri berjam-jam demi melihat mereka naik panggung.

    (more…)