Bukan dunia yang membuat kita gagal—tetapi pikiran kita sendiri.
Ini terdengar tidak populer. Bahkan terasa kejam.
Bukankah hidup kita ditentukan oleh ekonomi, koneksi, sistem, atasan, politik kantor, algoritma LinkedIn, atau nasib?
Namun justru di situlah letak jebakannya.
Semakin dewasa saya menjalani hidup dan karier, semakin saya sadar:
banyak orang cerdas, rajin, dan berintegritas tetap tersiksa—bukan karena mereka tidak mampu, tapi karena mereka salah bertarung.
Mereka menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak berada dalam kendali mereka.
Dan di situlah saya merasa “ditampar” oleh sebuah buku tua—ditulis hampir dua ribu tahun lalu—namun terasa lebih relevan daripada banyak buku self-help modern:
The Discourses of Epictetus karya Epictetus.