Pernah nggak sih kamu lihat seseorang yang kariernya melesat, gajinya besar, investasinya rapi… tapi wajahnya terlihat lelah?
Atau sebaliknya, ada yang hidupnya penuh cinta dan hubungan hangat, tapi selalu stres tiap akhir bulan?
Pertanyaannya bukan lagi “mana yang lebih penting—uang atau cinta?”
Pertanyaannya adalah: kenapa kita selalu merasa harus memilih salah satu?
Di situlah saya berhenti cukup lama ketika membaca Money and Love karya Myra Strober dan Abby Davisson. Buku ini tidak memberi jawaban instan, tidak juga menawarkan resep hidup bahagia. Tapi ia mengajarkan satu hal yang jarang diajarkan di sekolah, kampus, bahkan seminar karier: keputusan hidup terbesar kita selalu berada di persimpangan uang dan relasi.
Dan yang sering membuat kita tersesat bukan kurangnya informasi, melainkan cara berpikir yang terpisah antara rasio dan emosi.