Kamu pernah tidak, berada dalam satu ruangan rapat — atau meja makan keluarga, atau obrolan santai di warung kopi — lalu ada satu orang Batak di sana yang bicara dengan sangat tegas, langsung, dan sama sekali tidak basa-basi?
Tidak pakai pengantar panjang. Tidak pakai basa-basi “maaf ya kalau salah.” Langsung ke intinya. Kadang terasa tajam. Kadang terasa tidak sopan bagi telinga yang belum terbiasa.
Dan kamu mungkin pernah bertanya dalam hati: kenapa ya orang Batak begitu?
Nah, hari ini kita akan menjawab pertanyaan itu. Tapi bukan dengan stereotipe — justru dengan sesuatu yang jauh lebih menarik: filosofi hidup yang sudah diwariskan turun-temurun oleh leluhur Batak, dan ternyata relevansinya untuk dunia karier dan kehidupan modern tidak kalah dari buku-buku self-help terlaris di rak toko buku kamu.