Bayangkan kamu memiliki sebuah toko di jalan paling ramai di dunia.
Setiap hari ribuan orang lewat di depan tokomu. Mereka berhenti sebentar, melihat etalase, lalu pergi begitu saja.
Bukan karena produkmu jelek atau hargamu mahal. Tetapi karena mereka tidak langsung memahami apa yang kamu jual, siapa yang kamu bantu, dan kenapa mereka harus percaya kepadamu.
LinkedIn bekerja dengan cara yang hampir sama. Banyak orang sibuk mengejar views, impression, followers, bahkan viral. Namun mereka lupa bahwa setelah seseorang tertarik pada sebuah konten, hampir semua orang akan melakukan satu hal yang sama:
Mereka membuka profilmu. Di situlah keputusan sebenarnya dibuat.
Apakah orang itu akan menghubungimu?
Mengajakmu bekerja sama?
Mengundangmu menjadi pembicara?
Merekrutmu?
Membeli jasamu?
Atau… menutup profilmu dalam waktu kurang dari 10 detik.
Saya sering mengatakan bahwa konten membuka pintu, tetapi profil menentukan apakah orang akan masuk atau tidak.