Apa jadinya jika mimpi indah punya rumah justru berubah jadi mimpi buruk?

Itulah yang saya alami. Di usia muda, saya berani mengambil KPR 15 tahun, merasa bangga karena dianggap “sudah mapan.” Namun setahun kemudian, badai datang: saya terkena PHK. Cicilan yang tadinya terasa ringan mendadak jadi beban, rumah tangga saya goyah, pertengkaran dengan istri semakin sering, dan rasa bersalah pada keluarga menghantui setiap malam.

Buku ini adalah kisah nyata tentang bagaimana riba bisa masuk ke rumah dengan pintu yang kita buka sendiri—sering kali dengan dalih “demi keluarga” atau “biar tidak ketinggalan zaman.” Dari KPR, kartu kredit, pinjaman online, hingga paylater, semua tampak seperti solusi cepat, tapi sejatinya menjerat pelan-pelan.

Melalui gaya bercerita yang jujur dan mengalir, saya mengajak Anda menelusuri kisah-kisah nyata: keluarga yang bercerai karena utang, anak muda yang bangkrut karena paylater, hingga pekerja profesional yang hancur karena kartu kredit. Diselingi ayat-ayat Al-Qur’an, hadits Nabi, dan kisah sahabat, buku ini bukan hanya cerita pahit, tapi juga ajakan untuk menemukan jalan pulang—hidup tanpa riba, dengan hati yang lebih tenang dan rumah tangga yang lebih berkah.

Rumah yang Hampir Runtuh bukan sekadar buku finansial Islami. Ini adalah refleksi, peringatan, sekaligus peta jalan untuk siapa pun yang ingin membebaskan diri dari lilitan utang dan membangun hidup yang lebih ridha di mata Allah.