Cuek is The Best

Gue punya dua kakak perempuan. Usia keduanya terpaut jauh dari gue.

Ada satu hal yang gue ingat dari mereka. Salah satunya mantra “Cuek is the best” yang dulu dipajang di pintu masuk kamar.
Awalnya gue acuh. Namun selang dua dekade berikutnya, gue jadi tersadarkan diri. Bahwa cuek itu penting.
Gue bukan bermaksud untuk bersikap tidak peduli kepada sekitar. Bukan juga untuk bersikap tidak empati, tidak bertenggangrasa atau antisosial.
Gue hanya ingin menekankan bahwa cuek itu penting. Terlebih lagi di era digital yang serba terhubung ini. Kita terlalu banyak dijejali dengan informasi, dogma, atau pengaruh dalam lintas wujud.
Menurut gue, hanya orang-orang cuek yang bisa terus berada di titik bahagia. Karena cuek mendorong kita untuk menjadi diri sendiri. Tidak terpancing dengan kondisi di luar diri kita. Karena kita tahu, kendali hidup ada pada diri kita.
Bagaimana menurutmu? Seberapa cuek lho?
Agung Setiyo Wibowo
Depok, 26 November 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit