Persepsimu, Sikapmu

Persepsi? Ehmm, apa yang ada di benakmu tentangnya?

Apapun itu, sesungguhnya segala sesuatu bersifat netral. Baik kejadian, benda, atau seseorang. Kitalah yang mempersepsikan, menghakimi atau menilainya. Dari situlah sikap, pikiran, dan tindakan kita berakal.
Jika ada krisis misalnya. Orang yang memandang sisi positif akan menjadikannya sebagai peluang. Sebaliknya, sisi negatif menganggapnya tak lebih dari petaka.
Persepsi kita dipengaruhi oleh beragam faktor. Dari pola asuh orang tua, nilai-nilai, pendidikan, pergaulan, hingga lingkungan.
Jika kita amati, kebanyakan konflik, perselisihan atau permusuhan dimulai dari ketidaksamaan persepsi. Itulah pentingnya mengenal satu sama lain lebih dalam untuk merekatkan tali komunikasi. Tidak hanya yang tersurat, namun juga yang tersirat. Baik yang terekam secara sadar maupun yang hanya bisa dinilai dari alam bawah sadar.
Nah, bagaimana denganmu? Apakah kamu memiliki pengalaman menarik mengenai persepsi?
Agung Setiyo Wibowo
Depok, 27 November 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit