Hidup dalam Antrian

“Ih sebel deh. Lama bener antrinya. Buang-buang waktu saja.”

Hemmm, pernahkah kamu menjadi jengkel karena mengantri? Apakah batas kesabaranmu pernah habis ketika menunggu giliran?
Saya yakin kita semua pernah menghadapi antrian panjang. Namun, saya percaya bahwa setiap orang memiliki beragam sikap melewatinya.
Sesungguhnya, hidup adalah tentang mengantri. Di setiap masa, kita menunggu sesuatu demi mendapatkan giliran, jatah atau apapun itu namanya.
Terkadang antrian sesuai keinginan. Tidak jarang malah sebaliknya.
Jika antrian urusan dunia kita mungkin masih bisa merekayasa, tidak demikian dengan antrian meninggalkan dunia. Giliran kita sudah tertulis dengan jelas. Kita tidak kuasa mengubahnya.
Ya, kita memang tak bisa menunda maupun mempercepat kematian. Bahkan, sedetik pun. Bahkan trilyunan uang tak bisa kita manfaatkan untuk mengintervensi ajal.
Jadi, sudahkah kamu bersabar dengan antrian-antrianmu? Sadarkah kamu bahwa kini kamu sedang mengantri untuk dipanggil oleh-Nya? Apa saja yang telah, sedang dan akan kamu siapkan selama mengantri?
Demi masa. Demi antrian. Demi Tuhan.
Agung Setiyo Wibowo
Depok, 26 Agustus 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit