Mengingat Mati

Hidup penuh liku-liku. Kesedihan dan kesenangan silih berganti. Datang dan pergi.

Hal menyenangkan dan menjengkelkan setiap detik menghampiri. Menguji sikap. Menyaring siapa yang kelak bisa memenangkan dan sebaliknya.
Masalah seakan-akan memang tiada habisnya. Seringkali kita ingin menyerah. Putus asa. Depresi. Galau. Down. Takut. Cemas.
Negativisme seolah-olah menjadi pilihan termudah. Karena tak jarang kita merasa menjadi korban alias tidak memiliki kendali penuh dengan arah hidup kita.
Namun, menurutku ada satu pengingat yang sangat ampuh untuk menjadikan kita lebih bijaksana. Tidak lain adalah mengingat mati.
Kematian adalah kepastian. Selebihnya serba tidak pasti.
Jika memang demikian, mengapa kita tidak mengupayakan semaksimal mungkin? Kematian membayang-bayangi setiap saat. Tak dapat diperlambat, tak dapat dipercepat. Tak dapat ditawar, tak dapat dibeli.
Semua sudah dituliskan-Nya. Jadi, apa yang sudah, sedang dan akan kamu persiapkan menyambut kematian?
Ingat mati, ingat mati. Niscaya hidupmu akan jauh lebih bermakna.
Agung Setiyo Wibowo
Depok, 14 Oktober 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit