Menerima Kekurangan

“Tiada manusia yang sempurna”. Ungkapan ini mungkin begitu klise di mata Anda, namun toh maknanya abadi.

Kesempurnaan adalah milik Tuhan. Jadi, ketika ada orang yang mengharapkan kesempurnaan berarti mereka tidak menyadari fitrahnya.
Bagi sebagian orang, kekurangan mungkin dianggap aib. Karena kenyataan itu membuat mereka buruk di mata orang lain.
Kekurangan menjadikan seseorang tidak aman. Karena menurut mereka ada yang kurang atau belum lengkap dalam dirinya.
Namun, kehidupan adalah pembelajaran abadi. Oleh karena itulah, kekurangan semestinya disadari dan diterima sepenuhnya.
Menerima kekurangan bukan berarti menunjukkan kelemahan. Namun, justru menjadi kunci kebahagiaan.
Masalahnya, kita tidak bisa membedakan kekurangan mana yang masih bisa kita perbaiki dan kekurangan mana yang sudah tidak bisa kita perbaiki lagi. Itulah tugas kita untuk terus-menerus berikhtiar dengan ikhlas. Selanjutnya, menyerahkan segalanya kepada-Nya.
Sudahkah kamu menyadari kekurangan? Sudahkah kamu berdamai dengan kekurangan?
Agung Setiyo Wibowo
Jakarta, 13 Juli 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit