Sabar, Sabar

Sabar.

Apakah kamu termasuk tipe orang yang sabar?
Sabar adalah sifat yang mulia. Dalam kepercayaan apapun, sabar begitu dianjurkan.
Katanya, orang sabar disayang Tuhan. Benarkah? Tentu.
Penyabar dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar. Ia diperlukan oleh siapa saja yang sering hilang kendali diri. Marah, kesal, mengeluh, menggerutu, atau sekedar emosional.
Menjadi pribadi yang sabar tidaklah mudah. Apalagi kita sekarang hidup di era internet yang mengumbar konsumerisme, mengharuskan kecepatan, dan mengatakan “tidak” dengan kelambatan.
Namun, dunia tidak selamanya sesuai yang kita inginkan. Harapan tidak senantiasa sesuai realita. Asa tidak selalu terwujud. Keinginan seringkali tidak cepat menjadi kenyataan.
Manusia tidak bisa mengendalikan sesuatu di luar dirinya. Entah benda, kejadian atau perilaku orang lain. Namun, manusia memiliki kendali untuk menyikapinya.
Hidup ini sarat dengan ujian. Kesabaran adalah kunci untuk memenangkannya.
Hidup ini penuh ketidakpastian. Kesabaran adalah resepnya.
Hidup ini penuh dengan masalah. Sabar adalah panglimanya.
Sabarmu, sabarku. Setiap orang memang memiliki batas kesabaran masing-masing.
Sabarmu, sabarku. Tuhan hanya menyuruh kita untuk mengusahakan sebaik mungkin.
Sabarmu, sabarku. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Agung Setiyo Wibowo
Jakarta, 17 Maret 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit