The Spirit of Majapahit: Petulangan Menyaksikan Jejak Kebesaran Majapahit di Asia Raya

The Spirit of Majapahit

Catatan sejarah dari berbagai sumber memang menyebutkan bahwa telah ada hubungan dagang antara Kerajaan Ryukyu yang terletak di Perfektur Okinawa Jepang dengan Kerajaan Majapahit yang terletak di Provinsi Jawa Timur Indonesia pada abad ke14. Hal ini diperkuat oleh penemuan sebilah keris kuno yang diduga peninggalan Majapahit di sebuah kuil purba bernama Engakuji di dasar lautan Okinawa. Bagian keris yang terbuat dari kayu memang telah hancur, sedangkan bagian yang terbuat dari logam masih utuh.

Konon, Majapahit dan Ryukyu memang telah memiliki hubungan perdagangan di masa keemasan kedua kerajaan tersebut. Tepatnya antara abad ke-14 hingga abad ke-16. Salah satu bukti sederhana dari kedekatan tersebut dibuktikan dengan kosa kata bahasa Okinawa, champuruu yang berarti campur. Persis maknanya dengan kosakata bahasa Jawa. Sejarah mencatat bahwa Ryukyu pada akhirnya kelak dianeksasi Kekaisaran Jepang. Sementara itu kebesaran Majapahit mengilhami lahirnya Negara Kesehatan Republik Indonesia.

Selain hubungan dagang, kedekatan Majapahit dan Ryukyu juga dipengaruhi oleh satu hal lain. Tidak lain ialah sama-sama berhasil mempertahankan kedaulatan dari serangan Kubilai Khan dari Kekaisaran Mongolia pada abad ke-13 M.

The Spirit of Majapahit

Buku ini merupakan catatan perjalanan penulis dalam mengikuti Ekspedisi Kapal Spirit of Majapahit yang (rencana awalnya) melewati rute Indonesia – Brunei Darussalam – Filipina – Jepang – Tiongkok – Hong Kong – Vietnam – Thailand – Singapura – Indonesia. Sebuah program “napak tilas” hasil kerja sama Japan Majapahit Association dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ditulis dengan bahasa yang begitu cair, buku ini memandang traveling dengan perspektif berbeda. Dari aspek sejarah, politik, hubungan internasional, budaya, pariwisata, filsafat, agama, hingga psikologi.

Testimoni

Membaca memoar ini seperti diajak penulisnya jalan-jalan menyisiri tempat-tempat eksotis di Indonesia dan negara-negara di Asia-Pasifik. Edukatif dan inspiratif!

Khasan Ashari

Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Penulis Buku Pernah Singgah: Inspirasi dari Perjalanan Keliling Eropa

 

Hubungan diplomatik Jepang – Indonesia hari ini ternyata telah mulai dirajut dari hubungan Ryukyu – Majapahit ratusan tahun silam. Buku ini wajib dibaca oleh siapa saja yang berjiwa petualang.

Dr.Ir. Safri Burhanuddin, DEA

Deputi Koordinasi Bidang SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Indonesia dan Jepang tidak hanya sama-sama ditakdirkan sebagai bangsa maritim, namun jauh lebih dari itu. Temukan jawabannya dalam buku berbobot namun disajikan dengan santai ini!

Prof. Bambang Suryanto., SE.,MM.,MSi.,Ak.Ph.D

Ketua Dewan Pakar Dewan Pengurus Pusat DPP HIPKI

 

Majapahit tidak hanya dikenal sebagai bangsa agraris, namun juga bangsa maritim. Buku ini agaknya menjadi salah satu buktinya. Hal ini juga menjadi keunikan bangsa Indonesia yang memang memiliki dua akar budaya yang sangat kuat yaitu budaya masyarakat darat dan budaya masyarakat laut.

Mira Sartika, PhD

Founder Chakra Cultural Foundation

 

Jalan-jalan mengelilingi dunia dengan cara “mainstream” sudah banyak yang melakukannya. Namun, tidak banyak orang yang mau menempuh perjalanan laut dengan kapal tradisional yang minim fasilitas dengan misi merekatkan hubungan antarbangsa dan antarwarga. The Spirit of Majapahit memotret kebesaran Majapahit sebagai bangsa maritim dengan para pelautnya yang tangguh melewati samudera.

Harry Waluyo

Mantan Dirjen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

 

Mengikuti ekspedisi budaya tidak seindah yang dibayangkan banyak orang. Mabuk laut, kebocoran kapal, kehabisan bekal makanan, dan badai yang menghadang adalah di antaranya. Buku ini adalah catatan perjalanan anak bangsa yang menikmati perjalanan dari Indonesia ke Jepang dengan menggunakan replica kapal kuno era Majapahit. Sebuah kapal layar bercadik ganda berbahan kayu dari abad ke-8 yang terinspirasi dari relief Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Lie Xiang
ABK Ekspedisi Kapal Borobudur 2003, Perancang Busana

 

Untuk meramalkan masa depan sebuah bangsa, kita bisa menengok dari masa lalunya. Bung Agung berhasil mengingatkan kita semua akan kebesaran Kerajaan Majapahit di masa silam.

Adhi Perwira
ABK Ekspedisi Spirit of Majapahit 2010

 

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit