Sisi Positif

Dunia ini adalah ladang ujian. Ujian bagi kita semua. Untuk kembali kepada-Nya kelak.

Ya namanya juga ujian. Tak selamanya sesukai kehendak kita. Bahkan seringkali kita anggap melenceng dari angan.
Katanya ujian mematangkan diri kita. Ketika kita berhasil melewati ujian, artinya kita naik kelas. Laksana ujian sekolah yang menjadi kunci untuk naik ke level berikutnya.
Ujian di dunia datang kapan saja. Bentuknya beragam. Seringkali kita tak menyadarinya karena terlalu sibuk meratapinya, bukan mencari jalan keluarnya.
Ujian katanya menguatkan bagi yang bisa menyikapi dengan arif. Memandang dari sisi positif untuk mengembangkan diri sesuai dengan sasaran.
Sebaliknya, ujian mungkin menjadi momok bagi pecundang. Mereka yang terus mengeluh, menyalahkan orang lain, dan memandang segala sesuatu dari sisi negatif.
Kata pakar, segala sesuatu itu bersifat netral. Kitalah yang mempersepsikannya menjadi negatif dan positif. Kitalah yang menghakiminya sebagai hal yang baik dan buruk.
Jika memang demikian mengapa kita takut, resah, gelisah, bimbang dan galau karena ujian? Bukankah kita boleh memandangnya sebagai peluang, hadiah dan berkah?
Hidup ini ada dua sisi laksana koin. Alangkah baiknya jika kita memandangnya dari sisi positif. Bukankan demikian?
Agung Setiyo Wibowo
Jakarta, 12 Februari 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit