Nurture Vs Nature

Nurture Vs Nature

“Ih, lo kok pendiem sih?”
“Eh dia persis banget dengan emaknya ya.”
“Tahu nggak sih, Dedi tuh anak kyai tapi kelakuannya kayak bandar narkoba akibat salah pergaulan.”
Pernah kamu mendapati pertanyaan mirip di atas? Atau mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan itu?
Jika ya, barangkali kamu masih ingat dengan perdebatan Nurture Vs Nature? Maksudnya, kelompok pertama percaya bahwa kepribadian dan karakter individu paling dipengaruhi oleh pola asuh, interaksi sosial, pengalaman dan pendidikan yang diperolehnya. Sedangkan kelompok kedua mengamini bahwa faktor yang paling mewarnai dengan “identitas” seseorang adalah gen alias bawaan dari lahir yang tak bisa diubah.
Ahli perilaku manusia, psikologi hingga pendidikan tentu memiliki perspektif berbeda-beda. Menurutku, keduanya saling berpengaruh. Hanya saja, semua bergantung kepada individu yang bersangkutan.
1. Sebesar apa keinginannya untuk mengubah keadaan?
2. Sekuat apa kemauannya untuk belajar?
3. Sebaik apa pengetahuannya tentang jati diri?
Menurutku, tiga pertanyaan sederhana tersebut bisa menjadi cermin untuk mengevaluasi diri. Apakah kamu memiliki pola pikir bertumbuh yang dinamis? Ataukah kamu puas dengan status quo?
Teman, hidup adalah pilihan. Kendali hidupmu ada di tanganmu.
Jadi, mana yang paling kamu percayai? Nurture atau Nature?
Agung Setiyo Wibowo
Depok, 8 Februari 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit