Mengelola Ekspektasi

Kita memang tak dapat menentukan dari mana kita berasal: di mana kita lahir, siapa ibu yang melahirkan dan bagaimana kondisi sosial di sekitar dll. Namun, kita semua bisa menentukan jalan hidup seperti apa yang ingin kita tempuh.

Ada orang yang dididik keras oleh orang tuanya untuk menjadi yang terbaik di setiap fase kehidupan. Mereka biasanya tumbuh menjadi pribadi yang penuh ambisi. Sebagian lainnya digulowentah untuk senantiasa mensyukuri hidup. Mereka seringkali tumbuh menjadi pribadi yang bahagia — terlepas bagaimana derajat kesuksesan di mata orang lain.
Nasib manusia ditentukan oleh pikirannya. Tak mengherankan jika ada orang yang kelihatannya sukses sekali, namun justru depresi karena merasa jadi orang gagal. Di sisi lain, tak sedikit orang yang kelihatannya nelongso. Namun justru bahagia sekali hidupnya, besar sekali kontribusinya kepada masyarakat di sekitar.
Ekspektasi kita mencerminkan siapa diri kita. Bagaimana respons kita memaknai pencapaian demi pencapaian hidup menggambarkan kualitas diri kita yang sebenarnya.
Apakah kamu merasa menjadi korban dari ekspektasimu sendiri? Ataukah justru menjadi sahabat dari ekspektasimu? Hidup adalah pilihan.
Agung Setiyo Wibowo
Jakarta, 3 Februari 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit