Orbit Kehidupan

Orbit. Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata yang satu ini?

Peredaran?
Lintasan?
Tata surya?
Putaran?
Ya, kamu benar. Bagiku memori tentangnya senantiasa berkaitan dengan pelajaran Geografi semasa sekolah. Intinya, setiap benda di angkasa raya memiliki jalan masing-masing. Selama kiamat belum datang, benda-benda tersebut kecil kemungkinannya (atau bahkan tidak mungkin) untuk saling menabrak. Karena masing-masing memiliki jalan.
Begitu pun dalam hidup ini, teman. Jalanku, jalanmu, jalan kita tak ada yang sama. Setiap orang memiliki garis start dan finish sendiri-sendiri. Oleh karena itu kebahagiaan akan datang jika kita setia, ikhlas, atau fokus dengan yang dimiliki. Sebaliknya, penderitaan menghampiri ketika kita membandingkan orbit sendiri dengan orang lain.
Nah, sudahkah kamu tahu orbitmu? Tak peduli dari mana kamu berasal, yang terpenting kamu harus tahu apa yang kamu inginkan. Ya, kamu harus mantap dengan apa yang kamu cari, kejar dan perjuangkan. Karena mengetahui arah kata orang bijak sudah 50% dari keberhasilan.
Bagaimana kalau belum tahu orbit sendiri? Sederhana saja. Tanyakanlah:
1. Siapa dirimu?
2. Dari mana kamu berasal?
3. Ke mana kamu ingin pergi?
4. Mengapa kamu ingin sampai di sana?
5. Bekal atau sumber daya apa yang kamu miliki?
6. Siapa yang dapat membantumu untuk mencapainya?
7. Apa ukuranmu untuk mengukur keberhasilannya?
Teman, jujurlah dengan diri sendiri. Kenali orbitmu. Cintai takdirmu.
Tabik.
Agung Setiyo Wibowo
Lenteng Agung, 23 Januari 2020
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit