Guru, Pelajaran dan Sekolah yang Terberi

Di dunia ini, segala sesuatu telah ditulis oleh-Nya. Dalam kehidupan ini, semuanya telah ada skenarionya. Jika kita percaya,
Memang benar, kita bisa mengupayakan dalam tingkat tertentu. Sehingga, jika hasil usaha kita dianggap sesuai dengan harapan, kita seringkali begitu percaya diri. Dan merasa bahwa itu semua semata-mata karena kemampuan diri sendiri. Tak jarang, hal ini membuat kita jumawa.
Di sisi lain, hidup  memang menawarkan paradoks. Kadang-kadang kita sudah berupaya mati-matian, jungkir balik untuk mengejar sesuatu. Tapi hasil di lapangan tidak sesuai dengan asa. Di titik tersebut, jika kita tidak memiliki iman justru membuat jiwa kita makin terbakar. Kita mungkin merasa menjadi orang paling gagal, menderita, apes, atau apapun itu namanya.
Ya, itulah hidup. Sesungguhnya segala sesuatu yang ditawarkannya menghadirkan keseimbangan. Pahit manis, bahagia sedih, tangis tawa, dan seterusnya.
Sadarkah kita bahwa segala orang yang kita jumpai adalah guru? Mungkin mereka seringkali menjengkelkan, memuakkan, atau membuat kita hancur berkeping-keping. Sebagian bisa jadi mengajarkan kita dengan cara yang lebih elegan, lebih santun. Namun yang pasti, setiap orang yang masuk ke dalam relung-relung kehidupan kita adalah guru terbaik yang terberi.  Mereka adalah orang-orang yang diutus Tuhan untuk menjadikan diri kita lebih baik.
Ada yang datang menawarkan kritikan. Ada yang tiba-tiba hadir langsung menawarkan solusi. Ada yang bisa jadi bertubi-tubi menyajikan cibiran untuk kita.
Begitu pun masalah yang datang menghampiri. Mereka adalah pelajaran terbaik yang membuat kita bertumbuh. Mereka adalah hikmah yang memang sengaja dirancang Tuhan untuk pengembangan diri kita.
Tempat-tempat yang pernah kita singgahi pun. Mereka adalah sekolah kita sesungguhnya. Entah kita sadari atau tidak, setiap tempat adalah tempat pembelajaran dengan cara masing-masing.
Guru yang terberi. Pelajaran yang terberi. Sekolah yang terberi. Mereka ada bukan tanpa maksud. Mereka hadir bukan karena kebetulan. Semua telah tertulis dalam agenda besar-Nya. Jika kita percaya.
Agung Setiyo Wibowo
Mega Kuningan, 9 September 2019
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit