Hukum Tarik-Menarik

Tuhan telah memang merancang dengan apik suratan takdir kita. Namun bukan berarti kita tidak lagi berupaya.
Di dunia, manusia memang “cuma” dilahirkan untuk diuji. Kelak, barang siapa yang mampu melewati ujian dengan baik; akan mendapat kebahagiaan abadi. Itupun jika kita saya atau Anda percaya.
Hukum tarik-menarik ialah salah satu hukum yang mampu menyadarkan kita akan arti ikhtiar. Hukum ini artinya bahwa kita sesungguhnya dapat menarik hal-hal positif maupun sebaliknya menggunakan pikiran dan tindakan. Konon, sejalan dengan teori energi yaitu segala sesuatu terbentuk dari energi. Maksudnya?
Segala energi yang kita salurkan, pada akhirnya kembali kepada kita. Dengan kata lain, apabila kita memiliki keinginan apapun, kita hanya perlu untuk mengupayakannya.
Sederhana saja kan? Jika kita ingin menjadi sosok dengan kualitas A, maka pikiran dan tindakan kita harus setara dengan kualitas A. Jika kita mengharapkan A tapi usaha kita hanya berkualitas C, maka hasilnya juga akan berbuah C.
Hukum ini berlaku untuk segala aspek kehidupan. Dari urusan mencari nafkah, menemukan pasangan hidup, hingga menggapai karier yang kita inginkan.
Apakah sesederhana demikian? Coba tanyakan saja kepada dirimu sendiri. Jawablah dengan jujur. Karena jika kita masih ingat dengan pelaran Fisika di bangku SD, energi itu bersifat kekal. Artinya, ia hanya berubah-ubah bentuk.
Saya pun mengamini hal tersebut. Bahwa apa yang saya lalui atau dapati sejauh ini memang sejalan dengan energi yang saya salurkan.
Kadang-kadang, kesibukan memang memecah kesadaran. Seringkali, masalah demi masalah memang membuat hati kita keruh. Tidak jarang, tekanan demi tekanan hidup membuat jiwa kita gersang.  Jika itu yang terjadi, serahkan saja diri kita kepada Dewata.
Karena, bukankah semua hanya titipan? Apa yang kita miliki saat ini, tidak lebih dari sekedar ujian. Sehingga, semakin kita “merasa” memiliki, semakin sengsara kita karenanya. Karena kebahagiaan bermula dari melepaskan, tidak ada keterikatan dengan orang, kejadian, atau benda duniawi.
Lantas, apa yang kita cari? Hukum tarik-menarik setidaknya menjadi pengingat bagi kita semua. Untuk fokus pada hal-hal penting yang mendekatkan diri kita pada-Nya. Dialah sumber kebahagiaan hakiki yang selama ini kita cari-cari.
Agung Setiyo Wibowo
Mega Kuningan, 3 September 2019
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit