Mengabdi Sampai Akhir

Mengabdi Sampai Mati

Program Habibie  merupakan pengiriman lulusan SMA/sederajat terbaik Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di negara-negara maju. Digagas oleh Prof. DR. Ing. B.J. Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, program tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan sains dan teknologi guna mewujudkan visi Indonesia sebagai negara industri maju yang diperhitungkan dunia.

Sejak diluncurkan pada tahun 1982, Program Habibie telah mencetak sekitar 4000 “Anak-Anak Intelektual” Habibie. Mereka mengabdi sesuai keahlian masing-masing di berbagai sektor. Dari penelitian, pendidikan, pemerintahan, perindustrian, energi, bisnis, pariwisata, kemaritiman, perkebunan, pertanian, perikanan, hingga konsultasi.

Hingga kini, “Anak-Anak Intelektual” Habibie terus mendulang prestasi. Nama mereka tidak hanya harum di dalam negeri. Namun, tidak kalah semerbak di lima benua. Dari peneliti dengan berderet temuan berpaten yang diakui secara global, profesor dengan seabrek penghargaan internasional, pengusaha dengan misi sosial, pemimpin di sejumlah lembaga pemerintahan, pendiri organisasi nirlaba yang berpengaruh, hingga para profesional di berbagai belahan dunia.

Mengabdi Sampai Akhir memotret rekam jejak para alumni Program Habibie pilihan yang telah sukses berkarier di Indonesia dan mancanegara. Mereka tidak hanya menuturkan liku-liku perjuangan sebelum dan selama menjalani perkuliahan di negeri orang. Namun yang lebih penting lagi, mereka membeberkan kontribusi nyata sekembali ke tanah air.

Buku ini wajib dibaca oleh semua pihak yang peduli pada pembangunan bangsa – khususnya pengembangan IPTEK. Yang tidak kalah menarik, buku ini akan menyadarkan Anda salah satu pesan mantan Presiden ke-3 RI sekaligus Bapak Teknologi Indonesia B.J. Habibie. “Dimulai pada akhir dan berakhir pada awal. Never give up, jangan lelah dan mau kalah, pikirlah jauh ke depan!”

Mengabdi Sampai Mati

 

Apa Kata Mereka? 

“Indonesia adalah negara besar dengan permasalahan yang sangat kompleks. Oleh karena itu, negeri ini membutuhkan banyak pemimpin di segala bidang dengan jiwa pengabdian dan semangat berprestasi yang luar biasa. Kumpulan profil yang dipaparkan dalam buku ini saya sayin bisa membuat para pembaca menjadi lebih optimis untuk berkontribusi kepada tanah air. Jayalah negeriku, majulah bangsaku!”

Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng

Presiden Republik Indonesia ke-3

 

“Di era disrupsi ini, lebih dari sebelumnya dalam sejarah manusia, kemajuan atau keterbelakangan suatu negara bergantung pada kualitas pendidikan tingginya. Kisah sukses transformasi Tiongkok maupun Korea Selatan telah, sedang, dan mungkin akan terus menjadi pengingat bagi Indonesia untuk terus-menerus memprioritaskan kebijakan yang pro pengembangan sains dan teknologi. Semoga pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak-pihak terkait dapat melanjutkan misi mulia Program Habibie. ”

Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 1993-1998

 

“Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1982, Program Habibie telah mengirimkan sekitar 4000 tamatan SMA/sederajat dari seluruh Indonesia untuk belajar di negara-negara maju. Saat ini sebagian besar di antara mereka telah berkontribusi nyata ke negeri ini di berbagai bidang dengan berderet prestasi dari level nasional, regional, dan internasional. Mereka telah membuktikan bahwa masa depan Republik Indonesia ada pada manusianya. Baca buku ini, dan cari tahu sepak terjang mereka!”

Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA

Ketua Presidium ICMI 2010-2015

 

“Program Habibie merupakan salah satu program beasiswa tersukses yang pernah dimiliki pemerintah Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari kiprah para alumninya yang tidak hanya ‘jago kandang’, tapi juga mampu bersaing di kancah internasional sekembalinya di tanah air. Buku ini merupakan bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin mengenali ‘Anak-anak Habibie’.”

Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. 

Ketua Umum ICMI

 

“Menjadi penerima manfaat Program Habibie merupakan salah satu titik balik dalam perjalanan hidup saya. Berkat gebrakan Pak B.J. Habibie tersebut saya beruntung bisa menikmati pendidikan tinggi di negara maju. Yang lebih berharga lagi, saya bisa langsung mengamalkan ilmu dan pengalaman saya kepada negara – khususnya melalui BPPT. Singkat kata, program ini telah menjadi tonggak terpenting dalam petualangan akademik, karir, dan kehidupan saya.”

Dr. Hammam Riza, M.Sc

Ketua BPPT

 

“Ribuan alumni telah ditelurkan oleh Program Habibie. Mereka ibarat mutiara yang menyinari negeri tiada henti. Buku ini menyuguhkan profil para ‘Anak Intelektual Habibie’ yang berkontribusi di segala lini.”

Dr. Laksana Tri Handoko, MSC

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

 

“Sejauh apapun meninggalkan tanah air, pada akhirnya kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Ungkapan tersebut sepertinya pantas untuk mencerminkan profil para tokoh yang notabene merupakan penerima Program Habibie dalam buku ini.”

Nanny  Hadi Tjahjanto

Ketua Umum Dharma Pertiwi/Ketua Umum YASARINI

 

“Program Habibie merupakan program beasiswa yang diprakarsai oleh Prof. DR. Ing. BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Negaa Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Program yang dirancang dalam rangka pengembangan sains dan teknologi itu telah menelurkan banyak penemu kelas dunia, ilmuwan, insinyur, pengusaha, birokrat, aktivis sosial, dan pemimpin di berbagai lini. Buku ini wajib dibaca oleh semua anak bangsa yang peduli dengan IPTEK sebagai pilar pembangunan nasional.”

H.E. Masafumi Ishii

Duta Besar Jepang untuk Indonesia

 

“Buah jatuh tidak pernah jauh dari pohonnya. Nampaknya peribahasa ini sungguh tepat untuk menggambarkan kiprah para alumni Program Habibie yang benar-benar membanggakan. Tidak berlebihan untuk mengatakan jika apa yang telah mereka kontribusikan kepada bangsa ini sedikit atau banyak dipengaruhi oleh pemikiran pemrakarsanya, Bapak B.J. Habibie.”

H.E. Dr. Peter Schoof

Duta Besar Jerman untuk Indonesia

 

“Pendidikan tinggi berperan dalam mempromosikan masyarakat sipil yang meritokratis dan terbuka. Masyarakat sipil bukanlah negara ataupun pasar, namun ranah yang menghubungkan kepentingan publik dan pribadi. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia membutuhkan talenta-talenta yang menjadi pilar sentral dalam penguatan masyarakat sipil. Program Habibie merupakan salah satu solusi terbaik dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas tinggi yang inklusif dan berwawasan global, namun memiliki jiwa pengabdian untuk merajut tenun keindonesiaan.”

Irfan Junaidi

Pemimpin Redaksi Republika

 

“Setiap anak bangsa bisa mengisi kemerdekaan dengan cara masing-masing. Apa yang telah dilakukan oleh para alumni Program Habibie dalam buku ini saya yakin bisa menginspirasi para pembaca. Karena ada begitu banyak jalan untuk mencintai negeri ini. Berkarya, berkarya, berkarya!”

Mukhtar Tompo, S.Psi

Anggota DPR RI

 

“Bacaan wajib bagi anak zaman now! Perjuangan, pengorbanan, pengabdian, ketulusan, kesetiaan, dedikasi dan kontribusi para profil alumni Program Habibie dalam buku ini benar-benar dapat diteladani oleh mereka.”

Rieke Diah Pitaloka

Anggota DPR RI

 

“Belakangan ini program beasiswa yang digagas oleh pemerintah, swasta, yayasan, maupun perguruan tinggi makin menjamur. Keragaman negara tujuan, pilihan jurusan, dan fasilitas beasiswa yang ditawarkan pun bervariasi. Program Habibie merupakan pionir yang menjadi contoh bagi berderet  program beasiswa yang muncul belakangan.”

Poppy Dharsono

Ketua Umum Ikatan Alumni Prancis Indonesia (IAPI)

 

“Mendiang Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengatakan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Ungkapan tersebut mungkin paling tepat menggambarkan kiprah para alumni Program Habibie yang telah, sedang, dan akan terus mewarnai negeri di bidang masing-masing.  Buku ini agaknya bisa menjadi potret keberhasilan program tersebut.”

Dipl. Ing. Komang Wirawan

Ketua Umum Ikatan Alumni Jerman (IAJ)

 

“Sumber daya manusia merupakan tantangan utama Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Dengan melihat segala potensi dan kekuatan yang dimiliki; negeri ini sudah saatnya tidak hanya menjadi penonton atau konsumen, namun menjadi pemain atau produsen yang disegani. Itu semua bisa diwujudkan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jejak rekam para profil dalam buku ini menjadi bukti bahwa alumni para Program Habibie mampu menjadi katalisator pembangunan negeri.”

Prof. Hikmahanto Juwana

Ketua Umum Indonesian Association of British Alumni (IABA)

 

“Siapa bilang mahasiswa yang dikirimkan belajar di luar negeri lupa dengan tanah airnya? Buktinya, para jebolan Program Habibie yang termuat dalam buku ini. Mereka tidak hanya berprestasi gemilang semasa kuliah, namun juga berkontribusi nyata sekembalinya ke tanah air.”

Andi Yuliani Paris

Anggota DPR RI

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Edit